Praktik

Dzikir pagi: perisai harian seorang Mukmin

Nabi (ﷺ) mengajarkan bahwa orang yang mengucapkan kalimat-kalimat ini di pagi hari akan dilindungi hingga sore. Setiap entri di bawah ini dicatat dalam buku referensi kami beserta sumber dan derajatnya.

Notice:Hanya tinjauan tim editorial - tinjauan ulama tertunda

Mengapa pagi?

Subuh adalah saat hari seorang Mukmin secara resmi diserahkan kepada Allah. Dzikir yang mengikuti Subuh menyegel penyerahan itu: ia mengingatkan hati kepada siapa ia berkhidmat, memohon perlindungan-perlindungan Al-Qur'an yang spesifik dari bahaya-bahaya yang disebutkan, dan menempatkan seluruh hari di bawah Dia yang menetapkannya.

Bacaan inti pagi

1. Ayat al-Kursi

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ ٢٥٥

Allahu la ilaha illa huwa al-Hayyul-Qayyum...

Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.

DengarkanMishary al-Afasy
Al-Qur'an 2:255
Terverifikasi

2. Ketiga Al-Mu'awwidzat (masing-masing tiga kali)

قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ١ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ٤

Katakanlah (Muhammad), "Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Dengarkan1 / 4 · Mishary al-Afasy
Al-Qur'an 112:1-4
Terverifikasi
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ ١ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ٢ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ٣ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ ٤ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ٥

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."

Dengarkan1 / 5 · Mishary al-Afasy
Al-Qur'an 113:1-5
Terverifikasi
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ ١ مَلِكِ ٱلنَّاسِ ٢ إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ ٣ مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ ٤ ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ ٥ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ٦

Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."

Dengarkan1 / 6 · Mishary al-Afasy
Al-Qur'an 114:1-6
Terverifikasi

Diriwayatkan oleh Abdullah ibn Khubayb (radiy-Allahu anhu)

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَىْءٍ

Bacalah Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Falaq, dan Surah An-Nas masing-masing tiga kali pada pagi dan sore hari; itu akan mencukupkanmu dari segala sesuatu.

Sunan Abi Dawud 5082 · Hasan (al-Albani (Sahih Abi Dawud))Terverifikasi

3. Sayyidul Istighfar (sekali)

Diriwayatkan oleh Shaddad ibn Aws (radiy-Allahu anhu)

سَيِّدُ الاِسْتِغْفَارِ أَنْ تَقُولَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَىَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

Sayyidul Istighfar adalah seorang hamba mengucapkan: "Allahumma anta Rabbi, la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana 'abduka, wa ana 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'udzu bika min syarri ma shana'tu. Abu'u laka bi-ni'matika 'alayya, wa abu'u bi-dzanbi, faghfir li, fa-innahu la yaghfirudz-dzunuba illa anta." (Ya Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakan aku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku. Maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.)

Sahih al-Bukhari 6306 · Sahih (al-Bukhari)Terverifikasi

Nabi () bersabda dalam hadis ini bahwa barangsiapa mengucapkannya di pagi hari dengan keyakinan lalu meninggal sebelum petang, ia masuk surga - dan berlaku pula untuk petang.

4. La ilaha illallah, seratus kali

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah (radiy-Allahu anhu)

مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ

Barangsiapa yang membaca seratus kali dalam sehari: "La ilaha illallah wahdahu la syarika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir," maka ia akan mendapatkan pahala seperti membebaskan sepuluh budak, ditulis baginya seratus kebaikan, dihapuskan darinya seratus keburukan, dan ia menjadi perisai dari setan pada hari itu sampai sore hari.

Sahih Muslim 2691 · Sahih (Muslim)Terverifikasi

5. Doa Nabi untuk perlindungan dari bahaya

Diriwayatkan oleh Ibn Abbas (radiy-Allahu anhu)

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

Nabi (ﷺ) memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan kalimat ini: "A'udzu bi-kalimatillahit-tammah, min kulli syaitanin wa hammah, wa min kulli 'ainin lammah." (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa, dan dari setiap pandangan mata jahat.) Dan beliau bersabda: "Bapak kalian (Ibrahim 'alaihissalam) memohon perlindungan untuk Isma'il dan Ishaq dengan kalimat ini."

Sahih al-Bukhari 3371 · Sahih (al-Bukhari)Terverifikasi

Cara benar-benar melakukannya setiap hari

  1. Berlabuhlah pada Subuh. Tunaikan Subuh berjamaah jika memungkinkan. Dzikir dimulai dari berakhirnya salat, bukan dari bangun tidur.
  2. Duduklah dengan tenang. Jangan berdiri, jangan berkeliling kamar. Duduklah di sajadah Anda atau di sudut yang tenang.
  3. Ucapkan kata-katanya. Berbisiklah atau berbicara perlahan; jangan hanya mengucapkannya dalam hati secara senyap.
  4. Hitunglah dengan jari-jari Anda sebagaimana yang diajarkan Nabi (). Jari-jari itu akan bersaksi pada Hari Kiamat.
  5. Renungkan maknanya. Jika Anda menyelesaikan rutinitas ini tepat sepuluh menit, kemungkinan Anda terburu-buru. Targetkan bacaan yang tenang dan hadir.
?Bagaimana jika saya melewatkan Subuh atau bangun setelah matahari terbit?
Dzikir pagi memiliki rentang waktu yang meluas hingga bagian awal pagi - kebanyakan ulama mengatakan sampai dhuha atau sampai tengah hari. Bacalah ketika Anda bisa; konsistensi rutinitas lebih penting daripada menit yang tepat.
?Bolehkah saya membacanya sambil mengerjakan pekerjaan rumah atau menyetir?
Bisa, tetapi praktik awal lebih baik dilakukan sambil duduk dengan perhatian penuh. Setelah rutinitas mantap, dzikir tambahan dapat mengisi perjalanan dan pekerjaan rumah. Lima yang utama layak mendapat perhatian tanpa gangguan.
?Apakah saya sebaiknya memakai aplikasi penghitung untuk mengetahui jumlahnya?
Sunnahnya menghitung dengan jari-jari tangan kanan. Aplikasi dan tasbih adalah alat bantu yang dibolehkan, tetapi keduanya menghilangkan persaksian jari dan berisiko mengubah dzikir menjadi interaksi layar.
?Apakah wajib membaca semuanya atau cukup sebagian?
Tidak ada satu pun dzikir pagi yang wajib secara individual; semuanya bersama-sama adalah Sunnah Nabi (). Membaca satu atau dua dengan konsisten lebih baik daripada mencoba rangkaian lengkap sebentar lalu meninggalkannya.
?Saya membacanya dalam bahasa apa?
Bahasa Arab untuk ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa nabawi. Terjemahan adalah untuk memahami apa yang Anda ucapkan, bukan untuk menggantikannya.
?Apakah dzikir pagi menggantikan bacaan Al-Qur'an harian?
Tidak. Keduanya adalah praktik berbeda yang saling melengkapi. Keduanya layak mendapat tempat dalam hari seorang Mukmin.